Untuk mencegah meluasnya penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Ende, Dinas Kesehatan melakukan fogging (pengasapan) fokus di sejumlah tempat yang warganya telah terserang DBD. Untuk bulan Januari 2012. Dinkes telah melakukan fogging di
Nuabosi, Kecamatan Ende, Potu, Kelurahan Onekore, Kecamatan Ende Tengah
dan Lokoboko, Kecamatan Ndona. Demikian disampaikan Kepala Seksi Wabah
dan Bencana Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Sislaus Bendu, di ruang
kerjanya, Sabtu (21/1).
Menurut Bendu, fogging fokus
dilakukan hanya di daerah yang sudah terindikasi ada penderita DBD yang
dirawat di rumah sakit. Agar penyebaran tidak meluas, maka dinas
kesehatan mengambil langkah cepat dengan fogging fokus. Ia menjelaskan, sebelum melakukan fogging, petugas
dinas kesehatan melakukan advokasi lapangan terlebih dahulu. Hal ini
bertujuan untuk memastikan adanya jentik-jentik nyamuk adesaegypti sebagai penyebar penyakit demam berdarah dangue.
Berdasarkan laporan dari medical record
sebagai pusat data dan informasi RSUD Ende, kata Bendu, telah dirawat 3
orang anak yang terkena DBD. Tiga anak tersebut masing-masing dari
Nuabosi, Potu dan Lokoboko. Petugas kita lalu melakukan advokasi
lapangan untuk memastikan adanya tanda-tanda jentik nyamuk sebelum fogging. “ Makin
cepat kita peroleh data dan informasi dari rumah sakit akan lebih baik.
Kita kan lebih cepat lakukan pencegahan. Langkah anisipasitif penting
dilakukan untuk menekan laju penyebaran penyakit DBD, “ kata Bendu.
Lebih
lanjut Bendu menjelaskan, kasus DBD tahun2011 jumlahnya mencapai 35
kasus. Masing-masing untuk bulan Januari 3 kasus, Febuari 5 kasus, Maret
10 kasus, Mei 4 kasus, juni 3 kasus, Juli 3 kasus, September 1 kasus,
Oktober 5 kasus dan November 1 kasus.
Meski
terdapat 35 kasus DBD, semuanya bisa tertolong dan tidak ada korban
jiwa. Diharapkan tahun 2012, angka ini bisa ditekan dan masyarakat bisa
ikut membantu menekan laju kasus DBD.“ Saat musim hujan seperti
sekarang, masyarakat diminta membersihkan lingkungan sekitar. Ikuti pola
3 M : menguras, tempat penyimpanan air secara rutin, menutup tempat
penyimpanan air serta mengubur kaleng atau wadah lain yang dapat
menampung air hujan dan lainnya. Daerah yang cukup rawan terhadap DBD
adalah 4 kecamatan dalam Kota, “kata Bendu.
Kepala
Bidang Pelayanan RSUD Ende, dokter Lucia Sandra, kepada wartawan di
ruang kerja mengatakan pasien yang dirawat di RSUD Ende selama bulan
Januari baru 2 orang. Pasien yang dirawat semuanya masih anak-anak
masing-masing dari Kelurahan Lokoboko dan Kelurahan Potu. Menurut Lucia,
pasien dari Potu ini belum sampai pada tingkat demam berdarah.
Pasiennya baru menderita demam dangue dan kondisinya sudah mulai
membaik. Sedangkan Pasien asal Lokoboko sudah dinyatakan sehat dan sudah
kembali ke rumah. (adm,pt)



0 komentar:
Posting Komentar